INSTALASI GAS MEDIS ADA DI EKATALOG LKPP HARGANYA MAHAL PART 2

Kegagalan suplai oksigen di RS sering terjadi akibat desain pemipaan yang tidak memadai. Melalui E-katalog, instalasi gas medis kini dikategorikan sebagai alat kesehatan, memastikan perhitungan teknis yang tepat demi keselamatan pasien.

5 min read

English version

Bagikan:

Dengarkan artikel ini Studio

Saat membuat Ruang COVID-19, sebenarnya isi oksigen di dalam tabung yang terletak di ruang sentral masih tersedia. Namun, saat di ruang rawat inap (RANAP) COVID maupun ICU COVID, tekanan oksigen yang keluar sangat kecil, bahkan tidak sampai ke ruangan atau outlet gas oksigen sama sekali tidak berfungsi. Mengapa hal ini terjadi? Apakah belanja melalui E-katalog dapat mengatasi masalah tersebut?

Dari keterangan di atas, perlu ditelaah mulai dari sumber atau sentral oksigen, pemipaan sebelum penambahan fungsi ruangan, hingga setelah dilakukan penambahan atau pengalihan fungsi ruangan menjadi ruang perawatan maupun ICU COVID-19. Diperlukan informasi mengenai kemampuan suplai dari manifold di ruang sentral oksigen serta kapasitas volume oksigen yang dialirkan melalui pipa tembaga instalasi gas medis. Berdasarkan data WHO, mayoritas pasien COVID-19 memiliki gejala:

  • 40% gejala ringan: menggunakan 1-2 LPM (anak) & 5 LPM (dewasa) [Normal pemakaian < 3 LPM – Normal Design (non-COVID) 15 LPM]
  • 40% gejala sedang: menggunakan 5 LPM [Normal Design (non-COVID) 15 LPM]
  • 15% gejala berat: menggunakan 10-15 LPM [Normal Design (non-COVID) 15-20 LPM]
  • 5% kondisi kritis: menggunakan 15-70 LPM [Normal Design (non-COVID) 40 LPM], sehingga memerlukan perawatan di Intensive Care Unit (ICU) dengan HFNC dan NIV.

Apakah outlet ruangan sebelum menjadi ruang COVID di rumah sakit direncanakan atau didesain dengan metode di atas? Jika tidak, maka pipa harus diganti, demikian pula manifold oksigen di ruang sentral. Jika kita melihat kebutuhan 15% pasien sakit berat, nilai desainnya setara dengan kebutuhan. Namun, untuk 5% kondisi kritis, nilai desain jauh lebih kecil dibandingkan kebutuhan penggunaan sebenarnya. Hal ini terjadi di hampir seluruh rumah sakit di Indonesia, sehingga oksigen tidak mampu dialirkan ke seluruh area medis dan menyebabkan kegagalan suplai oksigen.

Kedua hal di atas, yaitu pipa dan sentral oksigen, sangat berperan utama dalam instalasi gas medis, terutama untuk menjaga tekanan serta kapasitas oksigen yang didistribusikan. Kondisi ini serupa dengan tahun 2003-2004 saat Indonesia dilanda flu burung, di mana rumah sakit kehabisan oksigen bukan karena kurangnya suplai, melainkan kegagalan desain pemipaan instalasi gas medis.

Ekatalog Instalasi Gas Medis

Mengapa bisa terjadi? Semua diakibatkan karena desain pipa yang tidak mampu memperhitungkan keseimbangan antara tekanan dan kapasitas alir yang dibutuhkan oleh sistem instalasi gas medis.

Di samping itu, pengujian instalasi gas medis saat selesai dikerjakan biasanya hanya melalui uji tekan. Selama instalasi tidak bocor, sistem dianggap lulus uji. Di sisi lain, terdapat uji yang kami kenal dengan pressure drop test, di mana uji mampu alir beserta kontinuitas tekanan sangat berpengaruh. Karena perusahaan pengadaan instalasi, instalatur, bahkan institusi penguji di Indonesia tidak memiliki alat ujinya, kondisi kehilangan tekanan baru diketahui setelah oksigen di outlet rumah sakit atau fasilitas pelayanan kesehatan digunakan secara bersamaan dengan kapasitas maksimal atau melebihi kapasitas normalnya.

Jika belanja melalui E-katalog, kami akan memperhitungkan secara detail sistem pemipaan, baik yang sudah terpasang maupun yang akan dikembangkan, sehingga keselamatan pasien menjadi prioritas utama. Dengan hadirnya E-katalog LKPP Nasional maupun sektoral untuk instalasi gas dan vakum medis, besar harapan kualitas instalasi gas dan vakum medis menjadi lebih baik. Kami tidak melakukan pembatasan dimensi pipa saat melakukan perencanaan sistem, karena hal ini bertentangan dengan uji pressure drop. Jika menambah outlet, kapasitas alir seharusnya meningkat. Penambahan kapasitas tidak boleh hanya dilakukan pada bagian yang baru dipasang, melainkan kapasitas pipa lama yang akan dikoneksikan harus diperhitungkan ulang.

Anggaran kami dahulu untuk instalasi gas medis selalu dijadikan satu dengan tender konstruksi bangunan gedung atau masuk dalam pemeliharaan sarana prasarana. Saat ini masuk ke dalam E-katalog, mengapa?

Semenjak Kementerian Kesehatan RI menetapkan bahwa beberapa peralatan instalasi gas dan vakum medis menjadi alat kesehatan dan wajib memiliki izin edar, maka kebutuhan utama di rumah sakit ini mulai dapat dijual melalui E-katalog. Peralatan kesehatan instalasi gas dan vakum medis yang tayang di E-katalog LKPP (Nasional) wajib memiliki izin edar alat kesehatan. Dengan demikian, kami menjaga kualitas produk yang tersedia di E-katalog Fasilitas Kesehatan Nasional.

Kami memastikan suplai oksigen, gas bius, udara tekan medis, vakum medis, dan gas bertekanan lainnya tersalurkan dengan baik dan terhindar dari kegagalan fungsi, seperti penurunan tekanan tiba-tiba atau kerusakan akibat kesalahan operasional. Kami selalu melakukan desain atau perencanaan pipa dengan perhitungan dasar mekanikal untuk menghindari penurunan tekanan akibat tingginya pemakaian, seperti yang terjadi pada kasus flu burung dan COVID-19. Saat itu, oksigen di tabung maupun tangki liquid masih tersedia, tetapi tekanan yang keluar di ruang COVID sangat rendah (di bawah 4 bar/60 psi), sehingga peralatan seperti HFNC, flowmeter, dan ventilator tidak dapat berfungsi maksimal.

Dengan belanja melalui E-katalog, terutama produk instalasi gas dan vakum medis merk FRES, diharapkan kejadian tersebut tidak terulang. Rumah sakit atau fasilitas pelayanan kesehatan dapat merasa aman karena penyedia alat kesehatannya mudah ditemukan. Jika anggaran masuk dalam bangunan gedung atau konstruksi di bawah PUPR, bagian aset akan kesulitan dalam pencatatan karena instalasi gas dan vakum medis kini merupakan bagian dari alat kesehatan. Jika anggaran tercampur, pencatatan aset akan sulit karena kode belanja antara konstruksi dan alat kesehatan seharusnya berbeda.

Instalasi Gas Medis

Perencanaan belanja awal dari rumah sakit atau fasilitas pelayanan kesehatan banyak yang belum memisahkan kode belanja konstruksi dengan instalasi gas medis dan vakum medis. Instalasi gas medis dan vakum medis bukan lagi satu KBLI dengan konstruksi. Konstruksi menggunakan KBLI 41015, sedangkan instalasi gas medis dan vakum medis menggunakan KBLI 33200. Hal ini terjadi karena pemahaman bahwa instalasi gas medis dan vakum medis masih dianggap sebagai jaringan pipa biasa yang belum terkategori sebagai alat kesehatan.

Besar harapan kami agar Unit Layanan Pengadaan (ULP) dapat membantu memperkenalkan kepada rumah sakit atau fasilitas pelayanan kesehatan bahwa kode KBLI untuk pemasangan alat kesehatan instalasi gas medis dan vakum medis harus menggunakan KBLI 33200, bukan konstruksi. Apabila sudah terlanjur masuk dalam satu anggaran konstruksi dan DPA tidak mencukupi untuk belanja melalui E-katalog karena perbedaan spesifikasi serta perencanaan sistem pemipaan, kami memohon agar ABT dapat diberikan kepada rumah sakit atau fasilitas pelayanan kesehatan. Dengan demikian, mereka dapat membeli melalui E-katalog, terutama produk dalam negeri (PDN) yang mampu menjaga keselamatan pasien.

Terima kasih.

BACA JUGA PART 1

Tags:
Berita

Berita Lainnya

EKATALOG SISTEM INSTALASI GAS MEDIS PER TITIK OUTLET

EKATALOG SISTEM INSTALASI GAS MEDIS PER TITIK OUTLET

SISTEM INSTALASI GAS MEDIS PER TITIK OUTLET E-KATALOG - LKPP Beberapa bulan yang lalu tepatnya sepanjang bulan Juli 2021 adalah menjadi kasus kematian yang terbanyak selama pandemi Covid-19

02 Aug 2022 Baca Selengkapnya
2
Chat via WhatsApp
Chat via Telegram