FRES SENTRAL MANUAL MANIFOLD NITROUS OXIDE FRES (N₂O)
Sentral Gas Medis Manual Manifold FRES berfungsi untuk mengoperasikan sistem sentral Oksigen (O₂), Dinitrogen Oksida (N₂O), dan Karbon Dioksida (CO₂) secara manual.
Dapatkan Penawaran
Tertarik dengan produk ini? Hubungi kami via WhatsApp untuk penawaran harga
Chat WhatsAppSentral Gas Medis Manual Manifold FRES berfungsi untuk mengoperasikan sistem sentral Oksigen (O₂), Dinitrogen Oksida (N₂O), dan Karbon Dioksida (CO₂) secara manual. Pada sistem sentral gas medis manual FRES, tabung gas (Oksigen, Dinitrogen Oksida, maupun Karbon Dioksida) wajib tersedia dan selalu terisi pada sisi kanan maupun sisi kiri. Hal ini memastikan sentral gas medis manual dapat beroperasi secara optimal saat digunakan.
Keunggulan Sentral Gas Medis Manual Manifold FRES:
- Sangat efisien dan aman dalam pengoperasian
- Tekanan dari sumber gas serta tekanan total yang didistribusikan ke pipa dan outlet ditampilkan dengan jelas melalui pressure gauge
- Dilengkapi katup pengaman yang akan terbuka secara otomatis jika tekanan sumber gas terlalu tinggi
- Kapasitas suplai hingga 3.000 LPM
- Jaminan ketersediaan suku cadang selama 5 tahun
- Garansi 1 tahun
- Memenuhi standar ISO 7396-1
- 100% lulus uji tekanan
Varian Produk Sentral Gas Medis Manual Manifold FRES:
- Sentral Gas Medis Manual Manifold Oksigen FRES (O₂)
- Sentral Gas Medis Manual Manifold Dinitrogen Oksida FRES (N₂O)
- Sentral Gas Medis Manual Manifold Nitrogen FRES (N₂)
- Sentral Gas Medis Manual Manifold Karbon Dioksida FRES (CO₂)
Produk lainnya dari FRES Sentral Manual Manifold
"Instalasi Gas Medis dan Vakum Medis, Alarm Gas Medis, Terminal Outlet, Flowmeter Oksigen Semua Produk Tersedia di INAPROC Katalog Elektronik. Sesuai Peraturan Sistem Gas Medis di Indonesia. FRES mendukung Visi Kementerian Kesehatan RI. Kami berhasil melakukan Produksi Peralatan Instalasi Gas Medis dan Vakum Medis sesuai dengan standar Sertifikat Produksi Kementerian Kesehatan RI, serta dilengkapi dengan Sertifikat Desain Industri dan Merek Dagang dari Kementerian Hukum dan HAM."